BAKAT YANG TERSIA-SIAKAN
Akhirnya, orang tua itu harus meninggal dunia. Kini ia tergeletak ditempat tidurnya, sendirian. Ketika ia terjaga, ia melihat begitu banyak bayangan orang berdiri mengelilingi tempat tidurnnya. Wajah mereka tampak menyenangkan
Namun sedih. Orang tua itu merasa keheranan. Ia tersenyum lemah berbisik, “Oh, kalian pasti teman-teman dari masa mudaku dulu yang datang untuk menyampaikan kata perpisahan. Oh, betapa bahagianya aku.”
Sesosok bayangan mendekati dan merengkuh tangan orang tua itu. Ia menjawab, “Tentu saja, kami adalah sahabat-sahabat karib yang telah menemanimu sejak lama. Kami adalah harapan dan impian yang tak kau wujudkan dalam hidupmu. Meski kau merasakannya jauh didalam hati sanubarimu, kau tak pernah berusaha untuk mengupayakannya. Kami adalah bakat-bakat unik yang dianugrahkan padamu, namun tidak pernah kau asah dan gunakan. Kami adalah hadiah yang tak pernah kau temukan. Teman tua, kami datang bukan untuk menghiburmu, tetapi kami datang untuk mati bersama-samamu.”
- Pendapat saya tentang cerita tersebut
Menurut saya Bakat adalah sesuatu yang perlu diasah dan dikembangkan, juga potensi dan kepandaian yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir yang akan diketahui lambat laun searah dengan pertumbuhan manusia. Bakat brupa suatu bentuk kemampuan khusus, yang memungkinkan seseorang memperoleh keuntungan dari hasil pelatihannya sampai satu tingkat lebih tinggi dan merupakan potensi dan bukan sesuatu yang sudah benar-benar nyata dengan jelas. Bakat lebih sebagai kemungkinan yang masih harus diwujudkan dan suatu karakteristik unik individu yang membuatnya mampu melakukan suatu aktivitas dan tugas secara mudah dan sukses. Bakat adalah anugrah dari sang pencipta, oleh karena itu bakat harus dimanfaatkan dan dikembangkan di dalam kehidupan ini agar tak terbuang percuma seperti cerita diatas.
Bagaimana menurut teman-teman semua?? Jangan lupa tinggalkan pesan kalian ya.
Regards.
Jihan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar