Welcome To My Blog

you get what you give, respect that!

Sabtu, 22 Mei 2010

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

- Pengertian Ideologi

Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara harafiah ideologi berarti ilmu tentang pengertian dasar, ide atau cita-cita. Cita-cita yang dimaksudkan adalah cita-cita yang tetap sifatnya dan harus dapat dicapai sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar, pandangan, paham.
Ideologi yang semula berarti gagasan, ide, cita-cita itu berkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang oleh seseorang atau sekelompok orang menjadi suatu pegangan hidup.

Beberapa pengertian ideologi:

- A.S. Hornby mengatakan bahwa ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh seorang atau sekelompok orang.

- Soerjono Soekanto menyatakan bahwa secara umum ideologi sebagai kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut bidang politik, sosial, kebudayaan, dan agama.

- Gunawan Setiardja merumuskan ideologi sebagai seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.

- Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa ideologi sebagai suatu sistem pemikiran yang dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka.

a. Ideologi tertutup
Merupakan suatu sistem pemikiran tertutup.
Ciri-cirinya: merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarakat; atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan-pengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat; isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu, melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras, yang diajukan dengan mutlak.

b. Ideologi terbuka

Merupakan suatu pemikiran yang terbuka.
Ciri-cirinya: bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri; dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut, nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional.

- Fungsi Ideologi

Fungsi utama ideologi dalam masyarakat menurut Ramlan Surbakti (1999) ada dua, yaitu: sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai secara bersama oleh suatu masyarakat, dan sebagai pemersatu masyarakat dan karenanya sebagai prosedur penyelesaian konflik yang terjadi dalam masyarakat.

Pancasila sebagai ideologi mengandung nilai-nilai yang berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafat bangsa. Dengan demikian memenuhi syarat sebagai suatu ideologi terbuka.
Sumber semangat yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah terdapat dalam penjelasan UUD 1945: “terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah caranya membuat, mengubah dan mencabutnya Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.

Kenyataan menujukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup danbeku cendnerung meredupkan perkembangan dirinya.Pengalaman sejarah politik masa lampau.Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.

Makna Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

Makna Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia adalah bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila itu menjadi cita-cita normatif bagi penyelenggaraan bernegara. Dengan kata lain, visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang ber-Ketuhanan, yang ber-Kemanusiaan, yang ber-Persatuan, yang ber-Kerakyatan, dan yang ber-Keadilan.

Pancasila sebagai ideologi nasional selain berfungsi sebagai cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati bersama, karena itu juga berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat yang dapat memparsatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia.

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

- Pengertian Filsafat

Istilah ‘filsafat’ secara etimologis merupakan padanan kata falsafah (Arab) dan philosophy (Inggris) yang berasal dari bahasa Yunani filosofia (philosophia). Kata philosophia merupakan kata majemuk yang terususun dari kata philos atau philein yang berarti kekasih, sahabat, mencintai dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan, hikmat, kearifan, pengetahuan. Dengan demikian philosophia secara harafiah berarti mencintai kebijaksanaan, mencintai hikmat atau mencintai pengetahuan. Cinta mempunyai pengertian yang luas. Sedangkan kebijaksanaan mempunyai arti yang bermacam-macam yang berbeda satu dari yang lainnya.Istilah philosophos pertama kali digunakan oleh Pythagoras. Ketika Pythagoras ditanya, apakah engkau seorang yang bijaksana? Dengan rendah hati Pythagoras menjawab, ‘saya hanyalah philosophos, yakni orang yang mencintai pengetahuan’.

-Ada dua pengertian filsafat, yaitu:

a. Filsafat dalam arti proses dan filsafat dalam arti produk. Filsafat sebagai ilmu atau metode dan filsafat sebagai pandangan hidup
b. Filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis.

Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk, sebagai pandangan hidup, dan dalam arti praktis.Ini berarti Filsafat Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia.

- Pengertian Filsafat Pancasila

Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila. Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena Pancasila merupakan hasil permenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the faounding father kita, yang dituangkan dalam suatu sistem (Ruslan Abdul Gani). Filsafat Pancasila memberi pengetahuan dan penngertian ilmiah yaitu tentang hakikat dari Pancasla (Notonagoro).

- Pancasila Sebagai Suatu Sistem Filsafat

Pembahasan mengenai Pancasila sebagai sistem filsafat dapat dilakukan dengan cara deduktif dan induktif.

~ Cara deduktif
Adalah dengan mencari hakikat Pancasila serta menganalisis dan menyusunnya secara sistematis menjadi keutuhan pandangan yang komprehensif.

~Cara induktif
Adalah dengan mengamati gejala-gejala sosial budaya masyarakat, merefleksikannya, dan menarik arti dan makna yang hakiki dari gejala-gejala itu.

Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat. Yang dimaksud sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh.Sila-sila Pancasila yang merupakan sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan organis. Artinya, antara sila-sila Pancasila itu saling berkaitan, saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu pemikiran tentang manusia yang berhubungan dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan masyarakat bangsa yang nilai-nilai itu dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Dengan demikian Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki ciri khas yang berbeda dengan sistem-sistem filsafat lainnya, seperti materialisme, idealisme, rasionalisme, liberalisme, komunisme dan sebagainya.

-Ciri sistem Filsafat Pancasila itu antara lain:

1. Sila-sila Pancasila merupakan satu-kesatuan sistem yang bulat dan utuh. Dengan kata lain, apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah maka itu bukan Pancasila.
2. Susunan Pancasila dengan suatu sistem yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut:
Sila 1, meliputi, mendasari dan menjiwai sila 2,3,4 dan 5;
Sila 2, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, dan mendasari dan menjiwai sila 3, 4 dan 5;
Sila 3, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, 2, dan mendasari dan menjiwai sila 4, 5;
Sila 4, diliputi, didasari, dijiwai sila 1,2,3, dan mendasari dan menjiwai sila 5;
Sila 5, diliputi, didasari, dijiwai sila 1,2,3,4.

Inti sila-sila Pancasila meliputi:

- Tuhan, yaitu sebagai kausa prima
- Manusia, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial
- Satu, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri
- Rakyat, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong
- Adil, yaitu memberi keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Membahas Pancasila sebagai filsafat berarti mengungkapkan konsep-konsep kebenaran Pancasila yang bukan saja ditujukan pada bangsa Indonesia, melainkan juga bagi manusia pada umumnya.Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiga bidang tersebut dapat dianggap mencakup kesemestaan.Oleh karena itu, berikut ini akan dibahas landasan Ontologis Pancasila, Epistemologis Pancasila dan Aksiologis Pancasila.

Menerima Diri Sendiri

Hari ini saya mau berbagi kisah dengan teman-teman semua, kisah tentang pentingnya kita menerima keadaan diri kita sendiri ini berjudul " Kisah Seorang Pemecah Batu", semoga kisah ini dapat bermanfaat dan dapat menjadi bahan renungan untuk kita semua. Enjoy it!! :)

Kisah Pemecahan Batu


Seorang pemecah batu karang mengeluhkan keberadaan dirinya.

“An, Tuhan tidak adil. Setiap bekerja aku pasti kepanasan. Betapa enaknya menjadi matahari. Ia tidak perlu bersusah-paya seperti aku. Jika Tuhan adil, aku ingin mejadi matahari.”

Tuhan mengabulkan permintaan pemecah batu. Dalam waktu sekejap ia berubah menjadi matahari. Betapa bangganya ia. Dengan sekuat tenaga, ia menyinarkan cahayanya keseluruh bumi hingga manusia menjadi kegerahan. Tetapi, tiba-tiba awan hitam menutup sinarnya. Cahaya yang kuat tak mampu menembusnya.

Ah, Tuhan tidak adil. Ternyata ada yang lebih kuat daripada aku. Jika Tuhan adil, aku ingin menjadi awan hitam.”

Tuhan mengabulkan permintaan matahari. Dalam sekejap, ia berubah menjadi awan hitam. Dengan congkaknya, sang awan berkeliling dunia dan menggelapkan isinya. Di tengah rasa bangganya, tiba-tiba bertiuplah angina dengan, sangat kencang hingga awan hitam itu bercerai-berai. Sang awan menjadi marah.

“Tuhan, engkau sungguh tidak adil. Ternyata angin dapat mengalahkanku. Kalau begitu, jadikan aku sebagai angin.”

Dalam sekejap awan berubah menjadi angin. Dengan kekuatannya ia bertiup kencang sehingga banyak rumah dan pohon yang roboh. Ia merasa menjadi yang paling hebat hingga akhirnya ia menghantam batu karang. Tetapi, batu karang itu tetap tegak berdiri tidak goyah. Berkali-kali ia menghantam batu karang. Tetapi, jangankan hancur, beranjak sedikit pun tidak. Angina menjadi jengkel.

“Tuhan jadikan aku batu karang agar aku dapat menahan angin.”. Tuhan sekali lagi mengabulkan permintaannya. Batu karang itu yakin bahwa tidak ada yang dapat mengalahkannya. Sampai suatu hari, ada seorang laki-laki tua dengan bertelanjang dada membawa alat pemecah batu. Sedikit demi sedikit, laki-laki itu memecahkan batu karang hingga menjadi batu-batu kecil. Batu karang menjadi sadar bahwa ia harus kembali menjadi pemecah batu karang. Tuhan memberikan pelajaran kepada orang yang tidak pernah puas dan senang membandingkan dirinya dengan orang lain.


- Pendapat Saya terhadap Cerita Tersebut

Setelah membaca kisah yang berjudul kisah pemecah batu tersebut saya langsung berfikir tentang sebuah quotes atau kata bijak yang cukup popular yang berbunyi “Jadilah diri sendiri!”, yang jika saya dengar sekilas, seakan kata-kata tersebut adalah kata-kata yang tidak memiliki makna. Namun setelah saya membaca cerita ini, hal tersebut menimbulkan inspirasi baru dalam pemikiran saya, Menjadi diri sendiri dapat membuat kita memiliki fondasi kepribadian yang kuat. Memang, untuk menjadi diri sendiri tidaklah mudah dan adanya kecenderungan tidak puas dengan yang sudah kita miliki dan selalu melihat kelebihan orang lain. Hal ini sama dengan yang dialami dalam kisah pemecah batu, ia tidak pernah puas akan keadaan yang ada pada dirinya, ia selalu melihat kelebihan yang dipunya oleh orang lain dan menginginkannya tanpa menyadari bahwa pasti ada sisi buruk yang menjadi kekurangan dari kelebihan yang ia lihat. Semua sisi kebaikan pasti diikuti dengan sisi kekurangan. Untuk itu, menjadi diri sendiri bukanlah sekedar menerima apa adanya diri saya sekarang sebagai penonjolan diri atau mementingkan diri saya sendiri. Menjadi diri sendiri akan membuat diri kita semakin besar rasa hormat kepada orang lain, semakin kita mengerti diri sendiri maka Anda akan lebih mengerti sikap dan pengertian terhadap hak-hak orang lain. Menjadi diri sendiri berarti kita telah berhenti berpura-pura menjadi orang lain, Kita tidak lagi takut untuk tidak memenuhi harapan orang lain. Ini bukan berarti bahwa kita tidak mempedulikan pikiran-pikiran orang lain. Tentu saja kita peduli, hanya saja kitalah yang mengarahkan kehidupan kita sendiri dan kitalah sendiri yang mengatasi rasa ketakutan itu dari pilihan-pilihan yang ada. Ketulusan adalah hal utama, kita dapat menerima sisi baik dan buruk dari diri kita sendiri dan justru menjadikan sisi buruk tersebut menjadi keunggulan yang ada dalam hidup kita.


Berdasarkan kisah tersebut, saya menyikapinya dengan menyadari bahwa semua orang memiliki pribadi yang berbeda termasuk saya, baik secara fisik maupun psikis (kejiwaan). Setiap orang memiliki ciri khas dan karakter masing-masing. Hal ini menyiratkan bahwa di satu sisi kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain tetapi di sisi lain kita juga mempunyai kekurangan dibanding orang lain. Kesadaran seperti ini akan membantu kita merasa aman dan nyaman dalam menerima kondisi kita yang sesungguhnya. Selain itu saya juga harusmengenali diri saya sendiri, Secara fisik kita tentu telah mengenali diri kita dengan baik. Tetapi hal-hal fisik tidak cukup untuk mengenali diri sendiri. kita dituntut untuk mengenali hal-hal yang bersifat non-fisik seperti bagaimana sifat, watak, kebiasaan, dan kepribadian kita. Dari hal-hal seperti inilah kualitas diri kita akan terbentuk. Yang terakhir adalah jangan menyesali kekurangan yang ada pada diri kita, dengan tidak membandingkan kekurangan kita dengan kelebihan orang lain dan melakukan evaluasi diri sendiri untuk mencapai apa yang kita inginkan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi terhadap berbagai hambatan maupun hal yang memperlancar kesuksesan kita.


Bagaimana dengan pendapat teman-teman semua?? Jangan lupa tinggalkan Comment.

Regards.

Jihan :)


Bakat dan Kecerdasan

Bakat dan Kecerdasan adalah dua hal yang sekilas serupa, tetapi apabila kita menelaah arti dari kedua kata tersebut akan kita ketahui bahwa kedua kata tersebut memiliki perbedaan dan hubungan ketergantungan yang kuat. Mengapa demikian?? Untuk lebih jelasnya kita lihat dulu pengertian bakat dan Kecerdasan di bawah ini .

Bakat adalah potensi dan kepandaian yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir yang akan diketahui lambat laun searah dengan pertumbuhan manusia. Bakat brupa suatu bentuk kemampuan khusus, yang memungkinkan seseorang memperoleh keuntungan dari hasil pelatihannya sampai satu tingkat lebih tinggi dan merupakan potensi dan bukan sesuatu yang sudah benar-benar nyata dengan jelas. Bakat lebih sebagai kemungkinan yang masih harus diwujudkan dan suatu karakteristik unik individu yang membuatnya mampu melakukan suatu aktivitas dan tugas secara mudah dan sukses

Kecerdasan (Intelligence) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis.Dalam beberapa kasus, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam kerangka definisi kecerdasan. Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir, namun belum terdapat definisi yang memuaskan mengenai kecerdasan. Seperti Stenberg& Slater (1982) mendefinisikannya sebagai tindakan atau pemikiran yang bertujuan dan adaptif.

Pada umumnya terdapat tujuh jenis kecerdasan, antara lain:

– Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mengolah kata , Mampu beragumentasi, meyakinkan orang, menghibur, mengajar dengan efektif lewat kata-kata, senang dengan bunyi bahasa dan teka-teki kata, dapat menulis dengan jelas, dapat mengartikan bahasa tulisan secara luas. Kecerdasan tingkat ini biasanya merupakan kecerdasan para jurnalis, juru cerita, penyair, dan pengacara. Bisa jadi mereka adalah ahli sastra.

– Kecerdasan Logis-matematis
Kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional. Kecerdasan tingkat ini biasanya merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan pemprogram komputer.

– Kecerdasan Spasial
Kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional. Kecerdasan tingkat ini biasanya merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan pemprogram komputer.

– Kecerdasan Musikal
Kecerdasan dan kemampuan untuk mencerap, menghargai, dan menciptakan irama dan melodi. Memiliki kepekaan terhadap nada, dapat menyanyikan lagu dengan tepat, dapat mengikuti irama musik, dapat mendengarkan (menikmati) berbagai karya musik dengan tingkat ketajaman tertentu.Kecerdasan pada tingkat ini biasnaya merupakan kecerdasan para komponis, pemain musik, penyanyi, pemimpin orkestra atau berbagai group musik.

– Kecerdasan Kinestetik-jasmani
Merupakan kecerdasan fisik, bakat dalam mengendalikan gerak tubuh, dan keterampilan dalam menangani benda, cekatan, indra perabanya sangat peka, tidak bisa tinggal diam, dan berminat atas segala sesuatu. Memiliki keterampilan dalam menjahit, bertukang, merakit model. Dapat menikmati kegiatan fisik seperti: berjalan kaki, menari, berlari, berkemah, berenang, atau kegiatan fisik lainnya. Kecerdasan pada tingkat ini biasanya adalah keterampilan para atlet, pengrajin, montir, ahli bedah, dsb.

– Kecerdasan Antar pribadi
Merupakan kecerdasan fisik: bakat dalam mengendalikan gerak tubuh, dan keterampilan dalam menangani benda; cekatan; indra perabanya sangat peka; tidak bisa tinggal diam, dan berminat atas segala sesuatu. Memiliki keterampilan dalam menjahit, bertukang, merakit model. Dapat menikmati kegiatan fisik seperti: berjalan kaki, menari, berlari, berkemah, berenang, atau kegiatan fisik lainnya. Kecerdasan pada tingkat ini biasanya adalah keterampilan para atlet, pengrajin, montir, ahli bedah, dsb.

– Kecerdasan Intrapribadi
Kecerdasan dalam diri sendiri , Kemampuan mengakses perasaannya sendiri, membedakan berbagai keadaan emosi, menggunakan pemahamannya sendiri untuk memperkaya dan membimbing hidupnya. Mereka sangat mawas diri dan suka bermeditasi, berkontemplasi, atau bentuk lain penelusuran jiwa yang mendalam. Mereka sangat mandiri, fokus pada tujuan, sangat disiplin. Mereka gemar belajar sendiri, lebih suka bekerja sendiri dari pada bekerjasama dengan orang lain. Kecerdasan pada tingkat ini biasanya adalah kecerdasan para konselor, ahli teologi, wirausahawan, dsb.

Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa hubungan keduanya adalah sebagai berikut, Kecerdasan dapat dilihat sebagai bakat yang memungkinkan seseorang menguasai kemampuan tertentu atas aneka macam ketrampilan. Kecerdasan sebenarnya merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu. Sesungguhnya, Anda jauh lebih cerdas dari yang Anda sadari. Setiap manusia normal dapat mengembangkan ketujuh jenis kemampuan kecerdasan sampai kepada tingkat penguasaan tertentu.

MANUSIA DAN CINTA KASIH

”Cinta dan Kasih” sebuah kata yang sangat popular dan sering dibicarakan orang, bahkan orang tua sayapun sering berkata kepada saya, “Kalau tidak ada cinta saya tidak akan ada di dunia ini”. Orang tua saya adalah salah satu dari banyak orang yang manusia mengatas namakan cinta dan kasih untuk setiap prilakunya. Tapi apakah orang tua saya dan semua orang yang mengatas namakan cinta untuk setiap prilakunya mengerti apa sebenarnya makna dari sebuah kata yang disebut “CINTA dan KASIH”.

Menurut kamus umum bahasa Indonesia, Cinta adalah rasa sangat suka(kepada) atau (rasa) sayang(kepada), ataupun sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata Kasih artinya persaan saying atau cinta atau menaruh belas kasihan kepada seseorang. Oleh karena itu, Cinta Kasih dapat diartiakan sebagai perasaan suka(sayang) kepada seseorang yang disertai dengan adanya rasa bela kasihan yang dalam.

Walaupun cinta kasih merngandung arti yang hampir bersamaan namun terdapat perbedaan antara keduanya, cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih mengarah kepada hasil atau tindakan berdasarkan cinta tersebut. Dengan kata lain, perwujudan kasih secara nyata bersumber dari cinta yang mendalam. Cinta adalah sebuah ungkapan rasa sayang dan simpati kita kepada seseorang.

Kata cinta juga diberikan dari kita kepada Sang Pencipta, sebagai tanda kalau kita amat membutuhkan dan menyanjungnya. Rasa cinta yang kita berikan menunjukkan bahwasanya kita sangat menyukainya dan ingin bersamanya. Kecemburuan sering terjadi jika seseorang yang kita cintai bersama oranglain. Itulah cinta, satu nama seribu makna . Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

”Cinta” memang sebuah kata yang sangat sederhana dan sering diucapkan. Tetapi tahukan apa arti dibalik kata yang istemewa tersebut, sebuah kata yang dapat membuat hati yang sedih menjadi ceria, peperangan menjadi perdamaian, pahit mejadi manis, kebencian menjadi persaudaraan, bahkan yang sakit bisa menjadi sehat dengan kehadiran cinta dalam kehidupan kita. Kata cinta memiliki makna yang beragam dan Universal, hampir setiap pribadi memiliki definisi tersendiri tentang arti cinta dalam kehidupannya. Oleh karena itu, setiap pribadi juga mempunyai cara sendiri untuk mencintai ataupun mengungkapkan cinta dan kasihnya.

Saat ini muncul sebuah pertanyaan, apabila setiap individu memilki pengertian yang berbeda-beda tentang cinta, lalu secara umum Apa arti cinta itu sebenarnya? Menurut Ibnul Qoyyim seorang pengarang buku yang berjudul “the Invocation of God” , Cinta secara umum adalah Perasaan yang lebih berarah ke konsep yang abstrak, dan lebih mudah dialami daripada dijelaskan”.

Dari sisi lain, cinta banyak dijadikan sebagai wadah bagi kreatifitas banyak orang, sebagai contoh bukti nyata pentingnya cinta dalam kreatifitas banyak orang adalah banyaknya lagu yang tercipta atas dasar cinta dan kasih, baik cinta kepada sesama manusia, cinta kepada Tuhan YME. Bahkan cinta terhadap alampun banyak mengilhami para seniman untuk berkarya di bidang seni.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai beberapa perwujudan dari cinta dan kasih di dalam kehidupan manusia, sebagai berikut :

  1. Cinta Kepada Tuhan YME

Hakikat cinta manusia yang tertinggi adalah cinta manusia kepada sang pencipta Tuhan YME. Wujud cinta kita kepada Tuhan YME tidak hanya diwujudkan pada saat kita beribadah kepadanya tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah laku kita yang kita lakukan hanya untuk mendapatkan ridhanya.

  1. Cinta Kepada Diri Sendiri

Hakikat cinta manusia yang kedua adalah cinta terhadap diri sendiri. Cinta terhadap diri sendiri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri untuk dapat tetap hidup dan mengembangkan potensi yang ia miliki.

  1. Cinta Kepada Sesama Manusia

Hakikat cinta manusia yang ketiga adalah perasaan cinta kasihnya kepada sesama manusia. Hal ini sangat diperlukan karena dapat menjadikan hidup manusia penuh dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya.


Berikut adalah bagan yang menggambarkan secara garis besar tentang Hubungan Cinta dan Kasih manusia.






Gambar 1
Hubungan Cinta Kasih Manusia